Jumat, 14 Mei 2010

Takut

Semua orang memiliki rasa takut, baik yang ia sadari atau tidak. Sangat wajar jika seseorang merasa takut, yang tidak wajar adalah jika ia menutup-nutupi ketakutannya tersebut. Sebenarnya yang perlu dilakukan terhadap rasa takut adalah berani untuk mengakui dan menghadapi ketakutan tersebut.

Seseorang pernah mengatakan pada saya, "Pria takut terhadap apa yang ia tidak ketahui". Hal ini benar menurut saya, akan tetapi terkadang sesorang justru takut terhadap sesuatu yang ia ketahui secara baik. Saya teringat pada sebuah kalimat, "Apakah kamu takut ? Kita semua takut, kamu pasti sudah gila jika kamu tidak takut".

Jadi sangat wajar jika seseorang merasa takut. Yang perlu dilakukan adalah menghadapi rasa takut tersebut, bukan mengabaikannya atau menghidarinnya.


Saya ?. Saya sendiri mempunyai rasa takut. Saya takut akan banyak hal. Saya takut apa yang saya pelajari tidak bisa bermanfaat bagi orang lain, Saya takut tidak dapat berbuat sesuatu yang berguna bagi orang banyak, Saya takut tidak dapat menbangakan dan membahagiakan kedua orang tua, Saya takut gagal, Saya takut untuk berkata terus terang, Saya takut tidak dapat berkontribusi, Saya takut untuk menjadi orang yang terbuka. Dan yang paling salah adalah Saya takut untuk mengakui bahwa saya takut.

Tapi saya tengah mencoba untuk menghadapi semua ketakutan itu. Dan dengan tulisan ini, Saya mulai menghadapi semua yang Saya takuti.

Selasa, 11 Mei 2010

Kopi yang Menyatukan Kita

Ada tugas buat kadwil FTI, tugasnya membuat esai mengenai hubungan TK, TI dan FT dalam dunia kerja . Ditemani dingin malam dan segelas kopi akhirnya lahirlah esai yang luar biasa ini. Selamat membaca.

Kopi yang Menyatukan Kita

Pada sebuah pabrik kopi, terdapat tiga orang engineer lulusan ITB dari jurusan yang berbeda-beda. Mereka bernama Ika Jebolan Teknik Fisika, Mia Jebolan Teknik Kimia, Tri Jebolan Teknik Industri. Mereka merupakan sahabat sejak TPB. Walaupun memiliki keahlian yang berbeda-beda, mereka saling melengkapi dalam melaksanakan Proses di pabrik pengolahan kopi tersebut. Mia bertugas merancang proses dalam pabrik, mulai dari proses Pengupasan kulit kopi, Sortasi Biji Kering, Pengeringan, Pencucian, Fermentasi, Pengupasan kulit buah merah, Sortasi Buah, Pengemasan dan penyimpanan. Tri memiliki tugas yang tidak kalah penting, ia bertugas untuk mengevaluasi keefisienan dan menetukan harga jual serta ia juga bertanggungjawab dalam memberikan solusi untuk masalah pemasaran dengan melihat keadaan sosial serta proses dalam pabrik tersebut. Ia juga yang memprediksi keadaan keuangan dari pabrik tersebut. Ika juga memiliki tugas yang tidak kalah penting, ia membuat agar proses dalam pabrik tersebut dapat berjalan secara otomatis dan mengembangkan control yang efisien serta tepat untuk pabrik tersebut. Selain itu Ika juga yang menentukan material apa yang tepat untuk mesin yang digunakan dalam proses. Mereka bertiga saling melengkapi satu sama lain dalam menjalankan sehingga setiap masalah yang muncul dapat teratasi.

Rabu, 05 Mei 2010

Untitled 003

Di tengah hujan lebat yang mengguyur. Terdapat sekelompok anak muda yeng tengah asik dengan kegiatannya. Ada seseorang yang tengah Berselancar di dunia maya. Ada yang tengah bermain PS.

a Update Status ah, iseng.
z Ngapain ? Update Status ? Pengen dikomentarin ya ?
a Kata siapa ?
z "Maaf, Gue Emang Egois". minta maaf ke siapa ?
a Ngak ada iseng aja
z Iya kamu emang egois banget jadi orang.
a Semua orang itu egois.
z Ngak.
a Iya, lu juga egois.
z Egois gimana ?
a Jamal itu buktinya.
z Bukti apa ?
a Bukti bahwa luy itu egois.
z Bukan, Saya cuma ingin yang terbaik.
a Salah, itu bukti semua orang itu egois, semua orang ingin yang terbaik buat diri mereka sendiri.
z Emang salah pengen yanbg terbaik buat diri sendiri.
a Ngak salah, itu cuma bukti bahwa semua orang itu egois.
z Terserah, Kamu emang orang aneh, saya mau cuci piring aja.

Hujan masih turun, tetesan air mengiringi matahari yang telah lelah setelah seharian bersinar. Bulan mulai bersiap menemani mereka yang berniat tidur larut malam ini.

Buat anak SAPPK "Semangat ya ngerjain TEKPRESnya. Jangan kalah sama Sankuriang, HAHAHAHA".

Selasa, 04 Mei 2010

Untitled 002

Malam makin larut, bulan telah tampak pucat dan terlihat mengantuk. Tapi masih ada dua orang yang tengah bercakap-cakap di tengah kesunyian malam yang dingin itu.

+ Hahahaha,, aneh, pasang status minta agar dikomentari orang.
- Itu wajar, kita perlu untuk meminta pendapat orang lain.
+ Wajar ?. Itu hal yang tidak perlu.
- Perlu, kita tidak dapat melihat dari segala sudut pandang. Maka kita peru pendapat dari orang lain sebagai masukan
+ Gue jadi inget cerita . . .
- Diam Kamu, Saya tidak mau mendengar cerita Kamu
+ Loh siapa yang bercerita untuk lu, Gue cerita buat diri Gue sendiri kok. Lu aja yang salah kenapa ada di sini.
- Dasar orang aneh
+ Jadi ada seorang Bapak dan Anak. Mereka membawa barang yang banyak yang diletakan pada sebuah sepeda. Karena barang yang mereka bawa banyak, ban sepeda itu kempes dan hanya bisa dinaiki oleh satu orang saja.
- Cukup . . . !
+ Lalu sang Bapak berkata pada anaknya "Nak, kamu naiklah sepeda ini biar Bapak berjalan kaki saja". Sang Anak lalu mengikuti perkataan Sang Bapak. Beberapa waktu berselang mereka berpapasan dengan seorang pria. Melihat mereka berdua pria itu pun berkata "Anak durhaka, membiarkan Bapaknya yang sudah tua berjalan kaki sementara ia asik naik sepeda". Medengar perkataan pria tersebut akhirnya sang anak turun dan mempersilahkan bapaknya untuk naik sepeda.
- Berhenti . . . !
+ Kemudian mereka berpapasan bdengan seorang wanita yang tengah menggendong anaknya. Melihat mereka berdua wanita tersebut pun berceloteh "Ayah yang kejam, membiarkan anaknya berjalan kaki sementara ia naik sepeda".
- Lalu, apa yang mereka akhirnya lakukan ?
+ Katanya ngak mau dengerin.
- Cerita kamu aneh tapi menarik. Akhirnya si anak dan bapak itu ngapain ? Lanjutin donk.
+ Sang Bapak kemudian turun dari sepeda. Sang bapak pun berkata "nak, bagaimana ini ? apa yang sebaiknya kita lakukan ?". Sang Anak pun berkata "bagaimana kalau kita berdua berjalan kaki saja, sepeda ini kita tuntun saja". "Sepertinya itu ide yang baik nak, ayo kita lanjutkan perjalanan hari semakin siang". Mereka pun melanjutkan perjalanan. Tak lama berselang mereka kembali berpapasan dengan seorang pemuda. Pemuda yang melihat mereka berdua menuntun sepeda itu pun berkomentar "orang bodoh, ada sepeda kok ngak di pake. Malah milih jalan kaki". Mendengar komentar dari pemuda itu kedua bapak dan anak itu pun kembali berhenti. "Nak, bagaimana ini ?" tanya sang bapak. "Ya sudah pak, kita naiki berdua saja sepeda ini". Tak lama mereka berpapasan dengan rombongan orang bersepeda. Saat melintas rombongan itu berkata "pak, ban sepedanya kempes tuh, jangan di naikin berdua gitu donk, bawa barang bayak lagi. Sayang sepedanya nanti rusak".
- Trus akhirnya gimana ?
+ Gue lupa lanjutannya.
- Ahh ngak seru nih. Makna cerita tadi apa ?
+ Teuing.

Ia pun berdiri, mengambil segelas kopi yang mulai dingin.

+ Dingin banget ya ?
- Cerita tadi lanjutin donk . . .
+ Males ah . . .

Malam makin larut, Mereka berdua makin hanyut dalam percakapannya. Bulan terlihat makin pucat.