Rabu, 14 Juli 2010

Hari ini gw baru aja melakukan sesuatu yang baru, gw ikut (nyampah) dalam menyelenggarakan syukwis Juli 2010 U-GREEN. Acaranya memang diadakan secara sederhana tapi berlangsung meriah dan sangat berkesan menurut gw. Banyak banget pelajaran yang bisa gw ambil, terutama dari pesan-pesan para wisudawan, antara lain Supaya kita mulai merencanakan kegiatan akademik dan non akademik agar bisa lulus pada waktu yang tepat. Selain itu mereka juga berpesan untuk terus menjaga semangat dan juga kesehatan.

Selain itu para wisudawan banyak bercerita mengenai asal mulai U-Green dan suka duka mereka selama di U-Green. Mereka juga menceritakan asal mula kenapa U-Green memiliki sekre dengan luas dua kali sekre unit-unit lain di Sunken. "Jadi tadinya sekre kita cuma 1, trus sebelah kita itu Mahasiswa Donor Darah. Mereka juga pernah jaya seperti kita. Sayangnya mereka bubar. Akhirnya sekre mereka kita ambil. U-Green kedepannya jangan sampai seperti itu."

Ada satu hal yang membuat gw heran. Ketika Greeners angkatan 2006 memberikan beberapa lagu persembahan, ternyata salah satu lagu yang mereka nyanyikan sama dengan lagu yang digunakan dalam slide penutup yang udah dipersiapkan panitia.

Lagu itu lagu dari Sheila on 7 yang judulnya sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti...

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Setelah acara syukwis selesai lagu Sheila On 7 itu masih mengiang-ngiang di telinga gw.

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Apakah saat-saat ini adalah masa-masa yang sebenarnya sangat berharga yang akan gw rindukan?
Ya, mungkin. Saat-saat ini dimana lelah dan peluh mengrogoti sekujur tubuh. Saat-saat dimana dinginnya malam dan teriknya matahari adalah teman yang paling setia. Saat-saat dimana waktu seakan berhenti untuk sejenak. Sadar atau tidak saat ini adalah saat yang paling cocok untuk mengembangkan sayap dan belajar untuk terbang.

Mungkin saat ini kita merasa menderita dan ingin agar waktu untuk cepat berlalu. Tapi ketika saat-saat seperti ini hampir berakhir. Kita justru ingin waktu berputar kembali, kembali ke waktu dimana penyiksaan ini baru dimulai. Ya, Manusia memang aneh, dia bilang hidupnya penuh dengan derita dan sangat membosankan. Tapi ketika dia akan meninggal, dia justru ingin hidup terus.

Untuk semua Ksatria putih, Penjaga Merah, Penata Biru, maupun prajurit-prajurit tanpa seragam maupun nama lainnya, nikmatilah NERAKA kalian ini. Terbakarlah, karena kalian akan merindukannya kelak.

Kamis, 08 Juli 2010

Hal Yang Belum Bisa Tersampaikan

Waktu forsil kemarin ada hal yan pengen gw sampaikan, akan tetapi gw memiliki keterbatasan dalam menyampaikan sesuatu secara lisan, apalagi dihadapan orang-orang "asing".

"Gini Dhika, kita tuh ngadaiin pawai ini udah dapet izin dari peyelenggara acara ini. Kita udah dapet izin dai polisi, mereka (polisi) pasti udah menimbang acara yang akan kita lakuin. Jadi menurut gw ngak masalah. Pawai ini juga menunjukan ke semua orang di dunia bahwa unit-unit di ITB tuh punya karya dan membuka pintu untuk seluruh dunia. Bukan anak ITB aja".

Pada saat itu gw pengen bilang :

"Masalahnya buka soal udah dapet izin atau engak, tapi etis atau ngak. Sesuatu yang benar belum tentu baikkan ?. Dan apakah dengan kita pawai orang-orang aka menyambut positif dan tertarik untuk ikut ? Sedangkan ngak semua unit di ITB membuka diri untuk seluruh masyarakat.

Menurut gw akan lebih baik jika kita ingin orang-orang mengetahui bahwa unit-unit di ITB memiliki karya nyata dengan menunjkan secara langsung. Kalo boleh jujur unit gw (U-Green) udah ngelakuin itu, meskipun belu terlalu banyak orang tahu karya unit gw apa aja tapi kami udah mencoba menunjukan dan mengajarkan. Menurut gw itu merupakan SALAH SATU cara yang lebih baik ketimbang sekedar pawai.

Kayak kata-katanya Mahatma Gandi, Jsdlsh bagian dsri solusi, bukan bagian dari masalah.
Dan cara terbaik untuk mengatasi masalah ya terjun langsung dalam masalah tersebut. Gw jadi inget perkataan (lupa) Saya buka orang yang paling pintar diantara kalian, Saya hanya berada dalam masalah lebih lama."

Gw harap tulisan ini bukan PEMBENARAN atas pemikiran gw.