Kamis, 08 Juli 2010

Hal Yang Belum Bisa Tersampaikan

Waktu forsil kemarin ada hal yan pengen gw sampaikan, akan tetapi gw memiliki keterbatasan dalam menyampaikan sesuatu secara lisan, apalagi dihadapan orang-orang "asing".

"Gini Dhika, kita tuh ngadaiin pawai ini udah dapet izin dari peyelenggara acara ini. Kita udah dapet izin dai polisi, mereka (polisi) pasti udah menimbang acara yang akan kita lakuin. Jadi menurut gw ngak masalah. Pawai ini juga menunjukan ke semua orang di dunia bahwa unit-unit di ITB tuh punya karya dan membuka pintu untuk seluruh dunia. Bukan anak ITB aja".

Pada saat itu gw pengen bilang :

"Masalahnya buka soal udah dapet izin atau engak, tapi etis atau ngak. Sesuatu yang benar belum tentu baikkan ?. Dan apakah dengan kita pawai orang-orang aka menyambut positif dan tertarik untuk ikut ? Sedangkan ngak semua unit di ITB membuka diri untuk seluruh masyarakat.

Menurut gw akan lebih baik jika kita ingin orang-orang mengetahui bahwa unit-unit di ITB memiliki karya nyata dengan menunjkan secara langsung. Kalo boleh jujur unit gw (U-Green) udah ngelakuin itu, meskipun belu terlalu banyak orang tahu karya unit gw apa aja tapi kami udah mencoba menunjukan dan mengajarkan. Menurut gw itu merupakan SALAH SATU cara yang lebih baik ketimbang sekedar pawai.

Kayak kata-katanya Mahatma Gandi, Jsdlsh bagian dsri solusi, bukan bagian dari masalah.
Dan cara terbaik untuk mengatasi masalah ya terjun langsung dalam masalah tersebut. Gw jadi inget perkataan (lupa) Saya buka orang yang paling pintar diantara kalian, Saya hanya berada dalam masalah lebih lama."

Gw harap tulisan ini bukan PEMBENARAN atas pemikiran gw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar