Rabu, 14 Juli 2010

Hari ini gw baru aja melakukan sesuatu yang baru, gw ikut (nyampah) dalam menyelenggarakan syukwis Juli 2010 U-GREEN. Acaranya memang diadakan secara sederhana tapi berlangsung meriah dan sangat berkesan menurut gw. Banyak banget pelajaran yang bisa gw ambil, terutama dari pesan-pesan para wisudawan, antara lain Supaya kita mulai merencanakan kegiatan akademik dan non akademik agar bisa lulus pada waktu yang tepat. Selain itu mereka juga berpesan untuk terus menjaga semangat dan juga kesehatan.

Selain itu para wisudawan banyak bercerita mengenai asal mulai U-Green dan suka duka mereka selama di U-Green. Mereka juga menceritakan asal mula kenapa U-Green memiliki sekre dengan luas dua kali sekre unit-unit lain di Sunken. "Jadi tadinya sekre kita cuma 1, trus sebelah kita itu Mahasiswa Donor Darah. Mereka juga pernah jaya seperti kita. Sayangnya mereka bubar. Akhirnya sekre mereka kita ambil. U-Green kedepannya jangan sampai seperti itu."

Ada satu hal yang membuat gw heran. Ketika Greeners angkatan 2006 memberikan beberapa lagu persembahan, ternyata salah satu lagu yang mereka nyanyikan sama dengan lagu yang digunakan dalam slide penutup yang udah dipersiapkan panitia.

Lagu itu lagu dari Sheila on 7 yang judulnya sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti...

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Setelah acara syukwis selesai lagu Sheila On 7 itu masih mengiang-ngiang di telinga gw.

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Apakah saat-saat ini adalah masa-masa yang sebenarnya sangat berharga yang akan gw rindukan?
Ya, mungkin. Saat-saat ini dimana lelah dan peluh mengrogoti sekujur tubuh. Saat-saat dimana dinginnya malam dan teriknya matahari adalah teman yang paling setia. Saat-saat dimana waktu seakan berhenti untuk sejenak. Sadar atau tidak saat ini adalah saat yang paling cocok untuk mengembangkan sayap dan belajar untuk terbang.

Mungkin saat ini kita merasa menderita dan ingin agar waktu untuk cepat berlalu. Tapi ketika saat-saat seperti ini hampir berakhir. Kita justru ingin waktu berputar kembali, kembali ke waktu dimana penyiksaan ini baru dimulai. Ya, Manusia memang aneh, dia bilang hidupnya penuh dengan derita dan sangat membosankan. Tapi ketika dia akan meninggal, dia justru ingin hidup terus.

Untuk semua Ksatria putih, Penjaga Merah, Penata Biru, maupun prajurit-prajurit tanpa seragam maupun nama lainnya, nikmatilah NERAKA kalian ini. Terbakarlah, karena kalian akan merindukannya kelak.

Kamis, 08 Juli 2010

Hal Yang Belum Bisa Tersampaikan

Waktu forsil kemarin ada hal yan pengen gw sampaikan, akan tetapi gw memiliki keterbatasan dalam menyampaikan sesuatu secara lisan, apalagi dihadapan orang-orang "asing".

"Gini Dhika, kita tuh ngadaiin pawai ini udah dapet izin dari peyelenggara acara ini. Kita udah dapet izin dai polisi, mereka (polisi) pasti udah menimbang acara yang akan kita lakuin. Jadi menurut gw ngak masalah. Pawai ini juga menunjukan ke semua orang di dunia bahwa unit-unit di ITB tuh punya karya dan membuka pintu untuk seluruh dunia. Bukan anak ITB aja".

Pada saat itu gw pengen bilang :

"Masalahnya buka soal udah dapet izin atau engak, tapi etis atau ngak. Sesuatu yang benar belum tentu baikkan ?. Dan apakah dengan kita pawai orang-orang aka menyambut positif dan tertarik untuk ikut ? Sedangkan ngak semua unit di ITB membuka diri untuk seluruh masyarakat.

Menurut gw akan lebih baik jika kita ingin orang-orang mengetahui bahwa unit-unit di ITB memiliki karya nyata dengan menunjkan secara langsung. Kalo boleh jujur unit gw (U-Green) udah ngelakuin itu, meskipun belu terlalu banyak orang tahu karya unit gw apa aja tapi kami udah mencoba menunjukan dan mengajarkan. Menurut gw itu merupakan SALAH SATU cara yang lebih baik ketimbang sekedar pawai.

Kayak kata-katanya Mahatma Gandi, Jsdlsh bagian dsri solusi, bukan bagian dari masalah.
Dan cara terbaik untuk mengatasi masalah ya terjun langsung dalam masalah tersebut. Gw jadi inget perkataan (lupa) Saya buka orang yang paling pintar diantara kalian, Saya hanya berada dalam masalah lebih lama."

Gw harap tulisan ini bukan PEMBENARAN atas pemikiran gw.

Jumat, 14 Mei 2010

Takut

Semua orang memiliki rasa takut, baik yang ia sadari atau tidak. Sangat wajar jika seseorang merasa takut, yang tidak wajar adalah jika ia menutup-nutupi ketakutannya tersebut. Sebenarnya yang perlu dilakukan terhadap rasa takut adalah berani untuk mengakui dan menghadapi ketakutan tersebut.

Seseorang pernah mengatakan pada saya, "Pria takut terhadap apa yang ia tidak ketahui". Hal ini benar menurut saya, akan tetapi terkadang sesorang justru takut terhadap sesuatu yang ia ketahui secara baik. Saya teringat pada sebuah kalimat, "Apakah kamu takut ? Kita semua takut, kamu pasti sudah gila jika kamu tidak takut".

Jadi sangat wajar jika seseorang merasa takut. Yang perlu dilakukan adalah menghadapi rasa takut tersebut, bukan mengabaikannya atau menghidarinnya.


Saya ?. Saya sendiri mempunyai rasa takut. Saya takut akan banyak hal. Saya takut apa yang saya pelajari tidak bisa bermanfaat bagi orang lain, Saya takut tidak dapat berbuat sesuatu yang berguna bagi orang banyak, Saya takut tidak dapat menbangakan dan membahagiakan kedua orang tua, Saya takut gagal, Saya takut untuk berkata terus terang, Saya takut tidak dapat berkontribusi, Saya takut untuk menjadi orang yang terbuka. Dan yang paling salah adalah Saya takut untuk mengakui bahwa saya takut.

Tapi saya tengah mencoba untuk menghadapi semua ketakutan itu. Dan dengan tulisan ini, Saya mulai menghadapi semua yang Saya takuti.

Selasa, 11 Mei 2010

Kopi yang Menyatukan Kita

Ada tugas buat kadwil FTI, tugasnya membuat esai mengenai hubungan TK, TI dan FT dalam dunia kerja . Ditemani dingin malam dan segelas kopi akhirnya lahirlah esai yang luar biasa ini. Selamat membaca.

Kopi yang Menyatukan Kita

Pada sebuah pabrik kopi, terdapat tiga orang engineer lulusan ITB dari jurusan yang berbeda-beda. Mereka bernama Ika Jebolan Teknik Fisika, Mia Jebolan Teknik Kimia, Tri Jebolan Teknik Industri. Mereka merupakan sahabat sejak TPB. Walaupun memiliki keahlian yang berbeda-beda, mereka saling melengkapi dalam melaksanakan Proses di pabrik pengolahan kopi tersebut. Mia bertugas merancang proses dalam pabrik, mulai dari proses Pengupasan kulit kopi, Sortasi Biji Kering, Pengeringan, Pencucian, Fermentasi, Pengupasan kulit buah merah, Sortasi Buah, Pengemasan dan penyimpanan. Tri memiliki tugas yang tidak kalah penting, ia bertugas untuk mengevaluasi keefisienan dan menetukan harga jual serta ia juga bertanggungjawab dalam memberikan solusi untuk masalah pemasaran dengan melihat keadaan sosial serta proses dalam pabrik tersebut. Ia juga yang memprediksi keadaan keuangan dari pabrik tersebut. Ika juga memiliki tugas yang tidak kalah penting, ia membuat agar proses dalam pabrik tersebut dapat berjalan secara otomatis dan mengembangkan control yang efisien serta tepat untuk pabrik tersebut. Selain itu Ika juga yang menentukan material apa yang tepat untuk mesin yang digunakan dalam proses. Mereka bertiga saling melengkapi satu sama lain dalam menjalankan sehingga setiap masalah yang muncul dapat teratasi.

Rabu, 05 Mei 2010

Untitled 003

Di tengah hujan lebat yang mengguyur. Terdapat sekelompok anak muda yeng tengah asik dengan kegiatannya. Ada seseorang yang tengah Berselancar di dunia maya. Ada yang tengah bermain PS.

a Update Status ah, iseng.
z Ngapain ? Update Status ? Pengen dikomentarin ya ?
a Kata siapa ?
z "Maaf, Gue Emang Egois". minta maaf ke siapa ?
a Ngak ada iseng aja
z Iya kamu emang egois banget jadi orang.
a Semua orang itu egois.
z Ngak.
a Iya, lu juga egois.
z Egois gimana ?
a Jamal itu buktinya.
z Bukti apa ?
a Bukti bahwa luy itu egois.
z Bukan, Saya cuma ingin yang terbaik.
a Salah, itu bukti semua orang itu egois, semua orang ingin yang terbaik buat diri mereka sendiri.
z Emang salah pengen yanbg terbaik buat diri sendiri.
a Ngak salah, itu cuma bukti bahwa semua orang itu egois.
z Terserah, Kamu emang orang aneh, saya mau cuci piring aja.

Hujan masih turun, tetesan air mengiringi matahari yang telah lelah setelah seharian bersinar. Bulan mulai bersiap menemani mereka yang berniat tidur larut malam ini.

Buat anak SAPPK "Semangat ya ngerjain TEKPRESnya. Jangan kalah sama Sankuriang, HAHAHAHA".

Selasa, 04 Mei 2010

Untitled 002

Malam makin larut, bulan telah tampak pucat dan terlihat mengantuk. Tapi masih ada dua orang yang tengah bercakap-cakap di tengah kesunyian malam yang dingin itu.

+ Hahahaha,, aneh, pasang status minta agar dikomentari orang.
- Itu wajar, kita perlu untuk meminta pendapat orang lain.
+ Wajar ?. Itu hal yang tidak perlu.
- Perlu, kita tidak dapat melihat dari segala sudut pandang. Maka kita peru pendapat dari orang lain sebagai masukan
+ Gue jadi inget cerita . . .
- Diam Kamu, Saya tidak mau mendengar cerita Kamu
+ Loh siapa yang bercerita untuk lu, Gue cerita buat diri Gue sendiri kok. Lu aja yang salah kenapa ada di sini.
- Dasar orang aneh
+ Jadi ada seorang Bapak dan Anak. Mereka membawa barang yang banyak yang diletakan pada sebuah sepeda. Karena barang yang mereka bawa banyak, ban sepeda itu kempes dan hanya bisa dinaiki oleh satu orang saja.
- Cukup . . . !
+ Lalu sang Bapak berkata pada anaknya "Nak, kamu naiklah sepeda ini biar Bapak berjalan kaki saja". Sang Anak lalu mengikuti perkataan Sang Bapak. Beberapa waktu berselang mereka berpapasan dengan seorang pria. Melihat mereka berdua pria itu pun berkata "Anak durhaka, membiarkan Bapaknya yang sudah tua berjalan kaki sementara ia asik naik sepeda". Medengar perkataan pria tersebut akhirnya sang anak turun dan mempersilahkan bapaknya untuk naik sepeda.
- Berhenti . . . !
+ Kemudian mereka berpapasan bdengan seorang wanita yang tengah menggendong anaknya. Melihat mereka berdua wanita tersebut pun berceloteh "Ayah yang kejam, membiarkan anaknya berjalan kaki sementara ia naik sepeda".
- Lalu, apa yang mereka akhirnya lakukan ?
+ Katanya ngak mau dengerin.
- Cerita kamu aneh tapi menarik. Akhirnya si anak dan bapak itu ngapain ? Lanjutin donk.
+ Sang Bapak kemudian turun dari sepeda. Sang bapak pun berkata "nak, bagaimana ini ? apa yang sebaiknya kita lakukan ?". Sang Anak pun berkata "bagaimana kalau kita berdua berjalan kaki saja, sepeda ini kita tuntun saja". "Sepertinya itu ide yang baik nak, ayo kita lanjutkan perjalanan hari semakin siang". Mereka pun melanjutkan perjalanan. Tak lama berselang mereka kembali berpapasan dengan seorang pemuda. Pemuda yang melihat mereka berdua menuntun sepeda itu pun berkomentar "orang bodoh, ada sepeda kok ngak di pake. Malah milih jalan kaki". Mendengar komentar dari pemuda itu kedua bapak dan anak itu pun kembali berhenti. "Nak, bagaimana ini ?" tanya sang bapak. "Ya sudah pak, kita naiki berdua saja sepeda ini". Tak lama mereka berpapasan dengan rombongan orang bersepeda. Saat melintas rombongan itu berkata "pak, ban sepedanya kempes tuh, jangan di naikin berdua gitu donk, bawa barang bayak lagi. Sayang sepedanya nanti rusak".
- Trus akhirnya gimana ?
+ Gue lupa lanjutannya.
- Ahh ngak seru nih. Makna cerita tadi apa ?
+ Teuing.

Ia pun berdiri, mengambil segelas kopi yang mulai dingin.

+ Dingin banget ya ?
- Cerita tadi lanjutin donk . . .
+ Males ah . . .

Malam makin larut, Mereka berdua makin hanyut dalam percakapannya. Bulan terlihat makin pucat.

Jumat, 30 April 2010

Kunjungan Ke Stasiun Fermen

Kamis kemarin saya bersama teman-teman mengunjungi stasiun fermen. Begitu masuk kami langsung menenukan pintu masuk dan meja tamu yang sangat unik, tapi sayangnya terbuat dari stereoform. Setelah mengisi buku tamu kami pun mulai menggunjungi stand satu persatu. Para kakak yang menjaga stand menjelaskan tentang produk di standnya dengan sangat baik, tapi sayangnya beberapa stand menggunakan stereoform dan kebanyakan stand menggunakan gelas dan pembungkus makanannya dari plastik. Setelah puas berkeliling kami pun mencari tempat sampah, sayangnya hanya ada satu tempat sampah yang tersedia di dalam aula timur. Sampah di dalamnya otomatis tercampur dan tidak dipilah secara benar dan baik .Hak ini sangat disayangkan mengingat penyelenggara acara ini merupakan mahasiswa jurusan biologi yang "katanya" sangat peduli akan keadaan lingkungan.

Jumat, 23 April 2010

Untitled 001

Entah mengapa dalam kepala Saya terus terbergema sebuah puisi.

Puisi dengan gaya bahasa dan diksi yang sangat saya kenali.

Puisi itu berbunyi . . .


DiamMu begitu jelas,
SedangKu terpaku menatap diam yang lain,
Diam yang dingin

Masih menjadi sebuah ironi,
Sinkronisasi yang sempurna
Secuil rahasia

Rahasia yang membawa hampa bagiMu,
sedang diamku terbagi,
Akankah kau nikmati slalu hampa ini ?
Masihkah diamMu bersenandung untukKu ?

Karena diamMu adalah ujung tombak hampaKu . . .

Entah mengapa Kata-katanya tak lagi bermakna.
Ia telah menjelma menjadi mantra, yang makin lama makin menorehkan luka.


Malam makin larut, matra itu mulai tidak terdengar lagi.
Ia mulai hilang, digantikan dengan bayangan kejadian-kejadian.
Mulai dari sesuatu yang sangat lama hingga kejadian hari ini.
Saya memejamkan mata dan mencoba untuk tidur.
Banyangan itu mulai hilang.
namun Ia digantikan suara-suara.
Suara yang saling bersautan. tinggi rendah, tegas samar, jauh dekat, tua muda, laki-laki perempuan, tawa tangis.
Suara itu terus bersautan dengan berubah intonasi dan warna suara.
Saya sudah terlalu lelah untuk melawan suara-suara itu.
Saya mulai meniknati dan ikut berbincang dengan suara-suara itu.

Malam makin larut.
Suara-suara dan bayang-bayang telah sepenuhnya hilang ditelan kegelapan.
Sunyi dan hampa menggantikan mereka.
Sunyi sekali sampai detak jam terdengar seperti langkh kaki raksasa.
Bungkus-bungkus kopi dan gelas-gelas kotor terlihat menumpuk.

Nampaknya Saya terlalu banyak minum kopi dan baca novel sebelum tidur.
Jarum jam menunjukan pukul 2:39.
Ada suara yang samar mulai terdengar di dalam kepala Saya . . .

Ku tak peduli
Biarkan saja mati
Karena denyutnya kan kau . . .

"Selamat malam" sapa sang bulan mengatar Saya menuju alam mimpi, dimana sekarang sedang hujan berwarna pelangi.

*Tulisan yang ditulis dalam keadaan setengah sadar di malam yang dingin


Outbond Bareng Anak-Anak Jalanan Cimahi dan Ciroyom

Hari Minggu Kemarin (17/4) Tim Bulan Donasi IsEF ikut rombongan dari Sekolah Anak Jalanan Cimahi dan Ciroyom menghadiri Outbond yang diadakan Sekolah Anak Jalanan Cimahi dan Ciroyom dengan kerjasama dari Mahasiswa Biologi Universitas Pajajaran di Kampus Universitas Pajajaran di Jatinangor. Rombongan berangkat dari Ciroyom pukul 8:25 dan tiba di Jartinangor pukul 9:15.

Setelah tiba kami langsung diajak ke kandang sapi untuk melihat proses pemerahan sapi secara langsung. Kami pun kemudian beranjak ke Arborettum Universitas Pajajaran. Taman yang luas dan asri ini dibangun kira-kira 5 tahun yang lalu. Cuaca yang cerah membuat Kami bersemangat, tanpa berlama-lama Kami langsung mengerluarkan bola dan bermain. Tim Bulan Donasi IsEF mula-mula hanya menonton sambil mengambil foto anak-anak jalanan yang tengah asik bermain bola tapi lama kelamaan Tim Bulan Donasi IsEF terpancing untuk ikut bermain bersama anak-anak . Tidak terasa waktu telah menunjukan pukul 10, waktunya acara Outbond ini dibuka. Pembukaan Acara diawali Sambutan dari Kang Ramdan Kepala sekolah Rumah Belajar Ciroyom. Setelah pembukaan singkat kami disajikan susu sapi segar, rasanya sangat segar apalagi setelah bermain bola.

Acara selanjutnya adalah acara yang telah dinanti-nanti . . . "Outbond"
Ada 3 wahana yang telah disediakan panitia : Flying Fox, Rakit dan Perahu
Kami secara bergantian menaiki wahana tersebut satu per satu. Dimulai dari flying fox. Anak-anak ini sangat tidak sabar untuk mendapat giliran naik, mereka ditantang untuk meluncur bebas sejauh 800 meter dari puncak pohon melintas di atas danau buatan dan akhirnya mendarat di pinggir kolam. "Seru banget, rasanya kayak terbang", ujar Ari yang kami mintai pendapatnya usai menaiki Flying fox. Setelah puas naik flying fox kami melanjutkan dengan mengarungi danau naik Perahu. Sebelum naik semua orang wajib mengenakan pelampung. Ternyata mendayung perahu mengarungi danau membuat lelah waktu juga telah menunjukan pukul 11:50 sebentar lagi zuhur. Akhirnya kami berhenti untuk Solat dan makan siang. Kami Solat berjamaah dilanjutkan makan bersama-sama tidak lupa diawali doa dan cuci tangan terlebih dahulu. setelah istrirahat sejenak kami melanjutkan naik rakit. Ini merupakan suatu permainan yang unik karena tidak disediakan dayung dan untuk bergerak maju kita hanya disediakan tali melintang di sepanjang kolam. Jika tidak seimbang kita akan tercebur ke kolam. Setelah puas bermain kami diajak menuju kolam ikan. Kami pun berlomba-lomba untuk menangkap ikan. Ikan berhasil Kami tangkap lalu kami bakar dan dinikmati bersama. Hmmm enaknya ikan bakar hasil tangkapan sendiri.
Setelah puas bermain kami pulang dengan hati puas.

Sungguh penglaman yang sangat menyenangkan, terima kasih untuk sekolah jalanan Cimah dan Ciroyom yang telah mengizinkan Tim dari Bulan Donasi IsEF untuk turut serta dalam acara ini.

Jumat, 02 April 2010

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng

Taken From muslim5bandung.wordpress.com

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir..
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir..
Leher saudaranya mau dipelintir!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan..
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..

Oh noo…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya…

Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…

Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya.. maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…

Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama…?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin Allahumma aamiin

Senin, 15 Maret 2010

. . . KARENA KITA KELUARGA

Pernahkah kau berfikir saudaraku, kenapa kita sekarang berada disini ?, di belahan bumi yang disebut Bandung ?, mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di kampus yang katanya berisi putra-putri terbaik bangsa ?, apakah ini sebuah kebetulan belaka ? ? ?

Dan pernahkah kau merenung saudaraku, kenapa pada waktu itu kita melangkahkan kaki untuk mendatangi dan mendaftarkan diri di stan U-Green sementara banyak sekali unit-unit lain yang mungkin lebih populer dan lebih menyenagkan ?

Dan kenapa kita memilih untuk mengikuti pelantikan yang pasti melelahkan sementara banyak hal menyenangkan lain yang bisa kita lakukan ? kenapa juga kita harus bersusah payah mempersiapkan dan melaksanakan berbagai agenda U-Green seperti UGTS, ENVIROVOLUTION, MAKRAB, PEMILU ? Apakah ini sebuah kebetulan semata ? ? ?

Saudaraku, menurutku ini bukan merupakan takdir, bukan pula suatu kebetulan, bukan juga pilihan hati kita, karena hati tak perlu memilih, hati tahu apa benar dan apa yang harus kita lakukan. Hati kita mungkin mengatakan "di sinilah tempat ku, di sini aku merasa nyaman".

Mungkin sekarang banyak diantara kita yang sudah jarang ke "sekre", mungkin kita sekarang sedang sibuk memperbaiki ip yang kurang memuaskan di semester kemarin, atau sedang sibuk di himpunan atau unit lain.

Tapi ingatlah selalu, jika kau lelah atau tengah dihimpit masalah, butuh teman bicara, atau hanya ingin mencari tempat untuk merebahkan tubuh sejenak. Kau punya tempat untuk kembali. "Rumah" yang selalu terbuka dengan "keluarga" yang selalu siap menyambut dengan hangat.

U-Green bukan sebuah unit yang besar, tapi kita yang akan membuatnya besar bersama. Jika kau lelah kami akan memijit pundakmu dan mencoba untuk sedikit meringankan bebanmu.

Kita memang tidak memiliki hubungan darah, berbeda suku, ras, agama. Tapi bukankah perbedaan ini yang membuat kebersamaan kita terasa indah. Bukankah justru perbedaan ini yang menyatukan kita ?.

Ini bukan sekedar basa basi, bukan rayuan, bukan pula pernyataan yang berlebihan, ini ungkapan hati yang terdalam, tidakkah kau merasakan hal yang sama ? ? ?

Kita tidak terikat janji, tak juga memiliki komitmen untuk selalu bersama, tapi kita tahu kita akan selalu bersama dalan suka dan duka . . .


. . . KARENA KITA KELUARGA

Selasa, 02 Maret 2010

Just Be you're self (Teori Fundamental Autis 2)

Gw lagi merayakan 1 tahun kegagalan SIMAK, ini ada sedikit kata-kata bijak(menurut gw) gagal bukan merupakan akhir dari segalanya, gagal bisa jadi merupakan awal dari segalanya. (Tapi kalau kita gagal terus,, kapan berhasilnya ? ? ? "mengutip dari buku be negative")

Hmmm . . .
Binggung mau mulai dari mana . . .
Oke!!! Gw ngak ngerti kenapa orang-orang pengen jadi orang lain. Ada yang pengen jadi Artislah, Tokoh dalam novel/filmlah, Penyanyilah, dll, dsb, dlsb(dan lain sebagainya, singkatan bikinan gw sendiri, hehe) . . .
Kenapa kita ingin menjadi orang lain ? ? ?
Kenapa kita takut menjadi diri sendiri ? ? ?

Jadi inget puisi lama

Akoe adalah Akoe
Biarpoen dengan segala kekurangan dan kelebihankoe
Akoe tetaplah Akoe

(maklum belum ada EYD pada saat itu)
Yahhh . . . kurang lebih isinya kayak gitu.

Kenapa kita ngak bangga jadi diri sendiri ? ? ?
Kenapa kita ngak berani teriak "Gw jelek dan Gw bangga" atau "Gw emang kayak gini orangnya, so what gitu lhoh"

hahahaha

FYI Jadi orang lain itu ngak seenak yang kita kira. Kita menganggap kehidupan mereka itu enak karena yang kita tahu cuma sebagian kecil, jadi jangan menganggap mereka itu ngak punya masalah. Mereka mungkin punya masalah, tapi kita belum tahu aja . . .

Udahan ahhh, bingung mau nulis apa,.

Kamis, 25 Februari 2010

Teorema Fundamental Autis 1

Gw lagi di selasar komlabs
sekarang waktu menunjukan pukul 23:19
Gw lagi nunggu selesai men-download, gw iseng baca" notes orang di facebook, ada salah satu yang berisi :

mungkin anehh kalo masih butuh atau masih pengen bareng bareng temen SMA setelah satu semester gw udah jadi mahasiswi ! tapi saat ini gw bener bener ngerasa cuma RANGERS yang ngerti gimana gw. jujur, kalo boleh bilang pengen balik lagi ke masa masa SMA dan bareng mereka :)

mereka yg selalu bilang : udah ci, jangan nangis kita bakal bantuin ko atau kenapa ci? lagi ada masalah? cerita aja sama kita.
kalo dipikir pikir gw kangen kata kata itu :)

ga ngerti gimana kita bisa bareng bareng, yang pasti mereka selalu buat gw happy ! kebetulan atau takdir?

gw cuma mauu bilang : buat ****, *****, ***** cepet lulus yah, sukses buat kalian :)
hehe


Gw pun binggung, dan merasa aneh. Bukannya sebenarnya kita itu jalan sendirian ? , bukannya semua orang hanya sekedar "teman seperjalanan" ? yang hanya berjalan bersama-sama dan suatu saat "pasti" mengambil jalan yang berbeda, baik dia orang tua, pacar bahkan istri atau suami sekalipun?
Bukankah manusia pada dasarnya adalah mahluk yang sendiri???

Hahahahahahahaha