Malam makin larut, bulan telah tampak pucat dan terlihat mengantuk. Tapi masih ada dua orang yang tengah bercakap-cakap di tengah kesunyian malam yang dingin itu.
+ Hahahaha,, aneh, pasang status minta agar dikomentari orang.
- Itu wajar, kita perlu untuk meminta pendapat orang lain.
+ Wajar ?. Itu hal yang tidak perlu.
- Perlu, kita tidak dapat melihat dari segala sudut pandang. Maka kita peru pendapat dari orang lain sebagai masukan
+ Gue jadi inget cerita . . .
- Diam Kamu, Saya tidak mau mendengar cerita Kamu
+ Loh siapa yang bercerita untuk lu, Gue cerita buat diri Gue sendiri kok. Lu aja yang salah kenapa ada di sini.
- Dasar orang aneh
+ Jadi ada seorang Bapak dan Anak. Mereka membawa barang yang banyak yang diletakan pada sebuah sepeda. Karena barang yang mereka bawa banyak, ban sepeda itu kempes dan hanya bisa dinaiki oleh satu orang saja.
- Cukup . . . !
+ Lalu sang Bapak berkata pada anaknya "Nak, kamu naiklah sepeda ini biar Bapak berjalan kaki saja". Sang Anak lalu mengikuti perkataan Sang Bapak. Beberapa waktu berselang mereka berpapasan dengan seorang pria. Melihat mereka berdua pria itu pun berkata "Anak durhaka, membiarkan Bapaknya yang sudah tua berjalan kaki sementara ia asik naik sepeda". Medengar perkataan pria tersebut akhirnya sang anak turun dan mempersilahkan bapaknya untuk naik sepeda.
- Berhenti . . . !
+ Kemudian mereka berpapasan bdengan seorang wanita yang tengah menggendong anaknya. Melihat mereka berdua wanita tersebut pun berceloteh "Ayah yang kejam, membiarkan anaknya berjalan kaki sementara ia naik sepeda".
- Lalu, apa yang mereka akhirnya lakukan ?
+ Katanya ngak mau dengerin.
- Cerita kamu aneh tapi menarik. Akhirnya si anak dan bapak itu ngapain ? Lanjutin donk.
+ Sang Bapak kemudian turun dari sepeda. Sang bapak pun berkata "nak, bagaimana ini ? apa yang sebaiknya kita lakukan ?". Sang Anak pun berkata "bagaimana kalau kita berdua berjalan kaki saja, sepeda ini kita tuntun saja". "Sepertinya itu ide yang baik nak, ayo kita lanjutkan perjalanan hari semakin siang". Mereka pun melanjutkan perjalanan. Tak lama berselang mereka kembali berpapasan dengan seorang pemuda. Pemuda yang melihat mereka berdua menuntun sepeda itu pun berkomentar "orang bodoh, ada sepeda kok ngak di pake. Malah milih jalan kaki". Mendengar komentar dari pemuda itu kedua bapak dan anak itu pun kembali berhenti. "Nak, bagaimana ini ?" tanya sang bapak. "Ya sudah pak, kita naiki berdua saja sepeda ini". Tak lama mereka berpapasan dengan rombongan orang bersepeda. Saat melintas rombongan itu berkata "pak, ban sepedanya kempes tuh, jangan di naikin berdua gitu donk, bawa barang bayak lagi. Sayang sepedanya nanti rusak".
- Trus akhirnya gimana ?
+ Gue lupa lanjutannya.
- Ahh ngak seru nih. Makna cerita tadi apa ?
+ Teuing.
Ia pun berdiri, mengambil segelas kopi yang mulai dingin.
+ Dingin banget ya ?
- Cerita tadi lanjutin donk . . .
+ Males ah . . .
Malam makin larut, Mereka berdua makin hanyut dalam percakapannya. Bulan terlihat makin pucat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar